Ancaman Melalui IT

Jenis-Jenis Ancaman Melalui IT


Ancaman ini mendasarkan pada komputer sebagai alat untuk melakukan tindakan yang tidak benar. Penggunaan sistem berbasis komputer terkadang menjadi rawan terhadap kecurangan (fraud) dan pencurian.

Metode yang umum digunakan oleh orang dalam melaku kan penetrasi terhadap sistem berbasis komputer ada 6 macam :

1.    Pemanipulasian
Masukan Pemanipulasian masukan merupakan metode yang paling banyak digunakan, mengingat hal ini bisa dilakukan tanpa memerlukan ketrampilan teknis yang tinggi. Contoh seorang teller bank ditemukan mengambil uang dari rekening-rekening bank melalui sistem komputer.

2.    Penggantian Program
Pemanipulasian melalui program biasa dilakukan oleh para spesialis teknologi informasi.

3.    Penggantian berkas secara langsung
Pengubahan berkas secara langsung umum dilakukan oleh orang yang punya banyak akses secara langsung terhadap basis data.

4.    Pencurian data
Dengan kecanggihan menebak password atau menjebol passWord para pencuri berhasil mengakses data yang seharusnya tidak menjadi hak mereka.

5.    Sabotase
Sabotase dapat dilakukan dengan berbagai cara. Istilah umum digunakan untuk menyatakan tindakan masuk ke dalam suatu sistem komputer tanpaotorisasi, yaitu hacking.


Berbagai teknik yang digunakan untuk melakukan hacking :

•    Denial of Service
Teknik ini dilaksanakan dengan cara membuat permintaan yang sangat banyak terhadap suatu situs sehingga sistem menjadi macet dan kemudian dengan mencari kelemahan pada sistem sipelaku melakukan serangan pada sistem.

•    Sniffer
Teknik ini diimplementasikan dengan membuat program yang dapat melacak paket data seseorang ketika paket tersebut melintasi Internet, menangkap password atau menangkap isinya.

•    Spoofing
Melakukan pemalsuan alamat email atau web dengan tujuan untuk menjebak pemakai agar memasukkan informasi yang penting seperti password atau nomor kartu kredit.

Berdasarkan Sasaran Kejahatannya
•    Menyerang Individu (Against Person)
•    Pornografi.
•    Cyberstalking
•    Cyber-Tresspass, Contoh: Web Hacking, breaking the PC, Probing, Port Scanning, dsb.
•  Menyerang Hak Milik (Against Property), Contoh: carding, cybersquatting, typosquatting, hijacking dan data forgery.
•    Menyerang Pemerintah (Against Government)


Sumber:
1

Open Source


Open Source

Pengertian
Pengembangan software berbasiskan open source, saat ini telah menjadi suatu fenomena tersendiri. Model ini telah berkembang sejak awal mula perkembangan teknologi komputer, namun kini telah menjadi semakin populer terutama berkat pemakaian Internet di berbagai bidang. Banyak software-software yang mendukung Internet merupakan software open source.
Gema open source pun telah sampai hingga Indonesia, terbukti dengan mulai munculnya proyek-proyek yang bersifat open source, berkisar dari proyek pengembangan software hingga pembuatan dokumentasi. Perkembangan ini tentu saja sangat membanggakan. Namun demikian pengembangan software berbasiskan open source di Indonesia masih memiliki banyak hambatan yang sewaktu-waktu dapat mengancam kelangsungannya, oleh karena itu diperlukan langkah-langkah yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengatasinya.

Kenapa kita dianjurkan menggunakan Software Open Source dalam membuat aplikasi ?
Karena Open Source merupakan software yang membebaskan source codenya untuk dilihat orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut. Mereka juga bisa memperbaiki kelemahan yang ada pada software tersebut dan salah satu keunggulannya adalah bahwa Open source dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Biasanya orang mendapatkan software ini dari internet.
Keberadaan Open Source ini sangat ditunjang oleh internet. Mula-mula Open Source diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Hasil perbaikan dari Open Source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet. Saat ini sangat mudah mendapatkan Open Source di internet.

Manfaat open source :
·         Open source membebaskan kita dari biaya lisensi karena ia bersifat GNU/GPL (General Public License) yang justru membolehkan kita untuk menggunakan, mempelajari dan memodifikasi serta menyebarluaskan untuk umum. Apalagi untuk sebuah perusahaan besar yang juga menggunakan resource besar. Penggunaan software yang terlalu banyak pasti juga akan menambah biaaya/cost yang besar hanya untuk membeli software
·         Dengan menggunakan open source kita dapat mengurangi tingkat pembajakan software berlisensi yang bisa merugikan vendor software dan merupakan beban moral bagi para pengguna software bajakan (crack).
·         Open source yang bersifat terbuka dan dapat kita pelajari source codenya bisa kita jadikan referensi, khususnya bagi seseorang yang bergelut dengan dunia IT.

Kekurangan Yang ada pada Software Open Source
1.      Kurangnya dukungan vendor : Harus diakui, masih cukup banyak vendor – baik Hardware, Software, ataupun Game – yang belum memberikan dukungan penuh pada Open Source dan hal ini tentu saja cukup menghambat perkembangan Open Source.
2.         Kurangnya dukungan support : Karena belum cukup memasyarakat, maka dukungan support juga masih cukup sulit untuk ditemukan. Support untuk Open Source selama ini masih banyak bergantung pada Internet. Sehingga cukup menyulitkan mereka yang tidak mempunyai akses penuh pada Internet.
3.       Kurangnya dukungan bisnis : Pandangan bahwa Open Source adalah gratis dan tidak bisa membawa manfaat bisnis sangat menghambat para pebisnis yang akan terjun di Open Source. Kurangnya dukungan dari pebisnis ini membuat Open Source tidak bisa mempromosikan dirinya secara baik dan ini secara tidak langsung membuat pengenalan Open Source menjadi lebih lambat.
4.       Kurangnya promosi : Masih banyak orang yang beranggapan Open Source susah untuk dipergunakan, padahal perkembangan Open Source belakangan ini sudah cukup pesat dan bahkan dalam beberapa hal terkadang mampu menggungguli produk Closed Source. Kesalahpahaman ini bisa terjadi karena kurangnya promosi akan Open Source

Sumber:



COCOMO ( Constructive Cost Model )


Sejarah Singkat Cocomo

COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W. ’s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.

Referensi untuk model ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.



Definisi Cocomo

COCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki semakin rinci dan akurat. Tingkat pertama, Basic COCOMO adalah baik untuk cepat, order awal, kasar estimasi besarnya biaya perangkat lunak, namun akurasinya terbatas karena kurangnya faktor untuk memperhitungkan perbedaan atribut proyek (Cost Drivers). Intermediate COCOMO mengambil Driver Biaya ini diperhitungkan dan Rincian tambahan COCOMO account untuk pengaruh fase proyek individu.

 

Model dan Jenis COCOMO

Terdapat 3 jenis COCOMO, yaitu :

 

1. Dasar COCOMO

  Dengan menggunakan estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang     berbeda) upaya pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI. Dengan rincian untuk fase ini diwujudkan dalam persentase. Dalam hubungan ini dibedakan menurut tipe sistem (organik-batch, sebagian bersambung-on-line, embedded-real-time) dan ukuran proyek (kecil, menengah, sedang, besar, sangat besar).

Model COCOMO dapat diaplikasikan dengan 3 tingkatan kelas :
  • Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
  • Proyek sedang (semi-detached mode)Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda.
  • Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat.

 

2. Intermediate COCOMO

 Persamaan estimasi sekarang mempertimbangkan (terlepas dari DSI) 15 pengaruh faktor-faktor; ini adalah atribut produk (seperti kehandalan perangkat lunak, ukuran database, kompleksitas), komputer atribut-atribut (seperti pembatasan waktu komputasi, pembatasan memori utama), personil atribut ( seperti aplikasi pemrograman dan pengalaman, pengetahuan tentang bahasa pemrograman), dan proyek atribut (seperti lingkungan pengembangan perangkat lunak, tekanan waktu pengembangan). Tingkat pengaruh yang dapat diklasifikasikan sebagai sangat rendah, rendah, normal, tinggi, sangat tinggi, ekstra tinggi; para pengganda dapat dibaca dari tabel yang tersedia.
Pengembangan model COCOMO adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut:
  1. Atribut produk (product attributes)
        Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
        Ukuran basis data aplikasi (DATA)
        Kompleksitas produk (CPLX)
  2. Atribut perangkat keras (computer attributes)
        Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)
        Memori yang dipakai (STOR)
        Kecepatan mesin virtual (VIRT)
        Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)
  3. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
        Kemampuan analisis (ACAP)
        Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)
        Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)
        Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)
        Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)
  4. Atribut proyek (project attributes)
        Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP)
        Penggunaan perangkat lunak (TOOL)
        Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED)

 

3. Detail COCOMO

Model COCOMO II, pada awal desainnya terdiri dari 7 bobot pengali yang relevan dan kemudian menjadi 16 yang dapat digunakan pada arsitektur terbarunya.  Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual, nominal, high maupun very high. Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.
 Dalam hal ini adalah rincian untuk fase tidak diwujudkan dalam persentase, tetapi dengan cara faktor-faktor pengaruh dialokasikan untuk fase. Pada saat yang sama, maka dibedakan menurut tiga tingkatan hirarki produk (modul, subsistem, sistem), produk yang berhubungan dengan faktor-faktor pengaruh sekarang dipertimbangkan dalam persamaan estimasi yang sesuai. Selain itu detail cocomo dapat menghubungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian terhadap pengaruh pengendali biaya pada setiap langkah (analisis, perancangan, dll) dari proses rekayasa PL.

Sumber :
1 , 2 , 3 , 4 , 5


Fakta-Fakta 'Kebohongan' Ibu Kita Yang Perlu Diketahui

Beberapa 'Kebohongan' yang suka dilakukan ibu kita yang perlu kita ketahui:

'Kebohongan' Pertama
Di saat makan bersama, ternyata makanannya kurang, maka Ibu kita akan memberikan makanan itu kepada kita anaknya dan berkata, "Cepatlah makan, ibu tidak lapar."


'Kebohongan' Kedua

 
Waktu makan bersama, Ibu kita sering mengalah dengan menyisihkan lauk yang enak buat anaknya tercinta dan berkata, " Itu buatmu nak, ibu gak suka lauk itu.."


'Kebohongan' Ketiga

 
Saat tengah malam ketika beliau sedang menjaga anaknya yg sakit, bundapun berkata, "bobo ya nak, ibu masih belum ngantuk dan InsyaAllah akan kuat menjagamu sampai engkau sehat.."







'Kebohongan' Kelima

 Saat sang anak sudah sukses, dan ingin ibunya tinggal di rumahnya yang mewah, Ibupun berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana."



'Kebohongan' Keenam

Saat ibu kita sudah berusia lanjut dan mengalami sakit keras, kita sebagai anaknya akan bersedih dan menangis. Tetapi ibu kita masih bisa tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa-apa.



ekian beberapa 'kebohongan' yang sering dilakukan seorang ibu kepada anaknya..adakah yang menandingi kasih sayang ibu terhadap anaknya?..Semoga kita semakin ingat akan semua pengorbanan yang telah dilakukan ibu kita kepada kita anaknya dari mulai di kandungan sampai kita dewasa..
 



Video Conference Pada Perguruan Tinggi di Indonesia

Salah satu hal yang mulai ramai dibicarakan pada telematika adalah Video Conference. Video conference merupakan salah satu layanan dari telematika, dimana kita dapat berkomunikasi dengan dua atau lebih orang ditambah melihat langsung muka lawan bicara kita ketika sedang berkomunikasi. Banyak perguruan tinggi di Indonesia yang sudah mencoba metode ini sebagai salah satu alternatif komunikasi jarak jauh. Contohnya Universitas Gunadarma sendiri. Gunadarma pernah mengadakan video conference antara beberapa kampus yang dimiliki Gunadarma, yaitu Kampus Margonda, Kalimalang dan Karawaci. 

Video conference ini juga tidak hanya dapat digunakan oleh suatu instansi perusahaan saja, kita sebagai personal/pribadi juga bisa menggunakan video conference. Tanpa di sadari, mereka yang sedang menjalani Long Distance Relationship (LDR) juga menggunakan video conference ketika menghubungi pacarnya yang berada nan jauh disana. Salah satu aplikasi yang banyak digunakan yaitu skype. Dengan skype mereka dapat berkomunikasi dan melihat langsung lawan bicaranya, sehingga bisa dibilang sebagai video conference.

Keuntungan paling nyata yang dapat dirasakan dengan adanya Video Conference adalah semakin mudahnya komunikasi walaupun kita berada pada tempat yang berbeda-beda. Pada perusahaan besar, video conference dapat digunakan sebagai media komunikasi pada saat pertemuan bulanan dengan berbagai kantor cabang mereka yang tersebar di beberapa daerah.

Berikut ini merupakan penjelasan dari Video Conference itu sendiri.

Teknologi Video Conference

Teknologi inti yang digunakan dalam konferensi video adalah sistem kompresi digital audio dan video stream secara nyata. Perangkat keras atau perangkat lunak yang melakukan kompresi disebut  dengan codec. Angka kompresi dapat dicapai hingga 1:500. Digital yang dihasilkan aliran 1s dan 0s dibagi menjadi paket label, yang kemudian dikirimkan melalui jaringan digital biasanya menggunakan Integrated Servive Digital Network (ISDN) dan dengan Internet Protocol (IP). Penggunaan modem audio dalam saluran pengiriman memungkinkan penggunaan Plain Old Telephone System atau POTS, dalam beberapa aplikasi kecepatan rendah, seperti videotelephony, karena POTS mengubah getaran digital ke atau dari gelombang analog dalam rentang spektrum audio.

Komponen lain yang dibutuhkan untuk sistem video conference meliputi :
  • Video input: kamera video atau webcam
  • Video output: monitor komputer, televisi atau proyektor
  • Audio input: mikrofon
  • Audio output: biasanya pengeras suara yang berkaitan dengan perangkat layar atau telepon
  • Data transfer: jaringan telepon analog atau digital, LAN atau Internet

Pada dasarnya ada dua jenis sistem konferensi video :

Sistem terdedikasi mempunyai semua komponen yang dibutuhkan dikemas ke dalam satu peralatan, biasanya sebuah konsol dengan kamera video pengendali jarak jauh kualitas tinggi. Kamera ini dapat dikontrol dari jarak jauh untuk memutar ke kiri dan kanan, atas dan bawah serta memperbesar, yang kemudian dikenal sebagai kamera PTZ. Konsol berisi semua hubungan listrik, kontrol komputer, dan perangkat lunak atau perangkat keras berbasis codec. Mikrofon omnidirectional terhubung ke konsol seperti monitor televisi dengan pengeras suara dan/atau proyektor video. Ada beberapa jenis perangkat yang didedikasikan untuk konferensi video :
  • Konferensi video kelompok besar: non-portabel, besar, perangkat yang digunakan lebih mahal untuk ruangan besar dan auditorium.
  • Konferensi video kelompok kecil: non-portabel atau portabel, lebih kecil, perangkat lebih murah yang digunakan untuk ruang rapat kecil.
  • Konferensi video individual: biasanya perangkat portabel, dimaksudkan untuk satu pengguna, mempunyai kamera tetap, mikrofon, dan pengeras suara terintegrasi ke dalam konsol
Sistem desktop biasanya menambahkan papan perangkat keras ke komputer pribadi normal dan mentransformasikannya menjadi perangkat konferensi video. Berbagai kamera dan mikrofon berbeda dapat digunakan dengan papan, yang berisi codec yang diperlukan dan pengiriman tatap muka. Sebagian besar sistem desktop bekerja dengan standar H.323. Konferensi video dilakukan melalui komputer yang tersebar, yang juga dikenal sebagai e-meeting.

Berikut kelebihan dan kekurangan video conference pada Peguruan Tinggi di Indonesia:

Kelebihan Video Conference
  • Pertemuan-pertemuan yang dilakukan, seperti kuliah umum dengan dosen/bernarasumber internasional atau seminar dari satu negara dengan negara lain dapat secara online sehingga akan menghemat biaya dan waktu. 
  • Informasi dan pengetahuan dapat berkembang dengan melakukan pertemuan atau diskusi dengan PT terbaik dalam negeri maupun luar negeri.
  • Tatap muka jarak jauh menjadi terasa lebih nyata.
  • Sebagai pendukung program e-learning PT.
  • PT dapat saling berbagi resource. 

Kekurangan Video Conference
  • E-learning yang dilakukan akan kurang efektif dengan bantuan video conference, karena kurang nyata dan belajar itu perlu pemahaman langsung.
  • Bahasa sebagai alat komunikasi yang dimiliki oleh PTN dalam negeri berbeda dengan PT luar negeri
 


TELEMATIKA

SEJARAH DAN PENGERTIAN
 
Telekomunikasi adalah cara mengirimkan pesan dari tempat yang satu ke tempat lain, yang dilakukan secara dua arah (timbal balik). Telekomunikasi meliputi komunikasi jarak jauh, dalam hal ini diantaranya adalah komunikasi data dalam jaringan komputer, TV, telpon, radio, telegraf/telex dan fax. Informatika berasal dari bahasa Inggris, yaitu Informatics. Informatika adalah ilmu yang mencakup proses analisa, merancang dan mengimplementasi software dan memilih hardware yang kompatibel dengan suatu aplikasi dengan prinsip logika dan teknik algoritma yang memasukkan problem dari dunia nyata ke dalam bentuk solusi.

Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique yang diperkenalkan pada tahun 1978. Sebuah istilah baru oleh Simon Nora dan Alain Minc di bukunya L'informatisation de la Societe merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai (the new hybrid technology) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu. Istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah : Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). 

Di Indonesia sendiri, perkembangan telematika dibagi menjadi 3 Periode, yaitu :
1.  Periode Rintisan (1070-an sd akhir tahun 1980-an)
Tahun 1970-an adalah awal mula dari zaman informasi. Sayangnya Indonesia tidak mengikuti perkembangan telematika dikarenakansumber daya listrik yang terbatas serta sedikitnya perhatian dari masyarakat dan pemerintah. Tahun 1980-an terjadi perubahan yang sangat drastis. Hal ini dibuktikan engan Swasembada pangan yang dicapai Indonesia di tahun 1984 yang berdampak pada penggunaan teknologi informasiyang dibuktikan dengan adanya teleconference setiap 1 bulan sekali di stasiun tv pertama di Indonesia, yaitu TVRI (Televisi Republik Indonesia). Di dalamnya terdapat dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan petani yang berada di luar jakarta.

2. Periode Pengenalan
Pada tahun 1990-an telematika mengalami kemajuan yang dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang menggunakannya. Dimulai dengan adanya radio amatir yang sedang populer saat itu di Indonesia. Tahun 1994 masyarakat Indonesia diperkenalkan dengan sesuatu yang baru yang bernama Internet. IPTEKnet adalah provider ISP (Internet Service Provider) yang pertama kali berdiri di Indonesia yang kemudian disusul oleh INDOnet yang bersifat lebih komersil.

3. Periode Aplikasi
Awal tahun 2000, pemerintah Indonesia mulai menanggapi perkembangan telematika yang dituangkan dalam sebuah Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI) dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) situnjuk sebagai badan yang mengatur dan melaksanaan semua usaha yang berhubungan dengan telematika. Dirjen Aptel bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.


BIDANG YANG TERKAIT TELEMATIKA

Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk-bentuk tersebut adalah:
1. E- Goverment (Pemerintahan)
2. E-Commerce (Bisnis)
3. E-Learning (Pendidikan)


KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN TELEMATIKA

Setiap perubahan tentu mempunyai dampak baik dipandang dari segi positif maupun dari sis negatifnya tentunya itu semua perlu di atasi guna memberikan manfaat yang sebaik-baiknya untuk kepentingan yang positif. Dampak positif (keuntungan) dari perkembangan telematika antara lain :

1. Kemudahan dalam memperoleh Informasi secara cepat
Informasi yang diperoleh dapat bersifat real time artinya pada saat itu juga. Selain itu informasi yang diinginkan dapat diperoleh secara langsung pada sumbernya sehingga mengurangi adanya distorsi informasi.

2. Transparasi dalam Informasi
Informasi dapat diketahui siapa saja karena adanya keterbukaan.

3. Kemudahan dalam memperoleh data
Dengan adanya perkembangan telematika kita dapat memperoleh data dan Informasi dari berbagai sumber, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

4. Penghematan Waktu
Orang tidak perlu lagi mengorban waktu untuk mengantri lama dalam melakukan transaksi keuangan tetapi cukup dengan melakukan transaksi melalui internet atau ponsel genggam.
Disamping itu terdapat juga kerugian dalam kemajuan teknologi telematika antara lain:
Adanya cyber crime yaitu mengkloning data, menyadap data , mengubah data tanpa seizin pemilik data. Hal ini tentunya harus diwaspadai karena dapat menrugikan pihak-pihak yang sering melakukan transaksi on-line. Sehingga Pihak dari Penyedia jasa tersebut sebaiknya menyediakan sekuritas yang aman bagi pengguna jasa jaringan tersebut.


Daftar Pustaka

A.Pengertian Daftar Pustaka
Daftar Pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. Mahasiswa, Dosen, Siswa tidak boleh mencantumkan nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya baik cetak maupun internet yang tidak terdapat dalam daftar pustaka ini.
 
Mengingat arti Penting dari bagian karya ilmiah yang satu ini, maka mahasiswa, dosen,siswa maupun masyarakat umum lainnya perlu mengetahui Cara dan Teknik Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar. Ada beberapa komponen dalam Teknik Penulisan Daftar Pustaka yaitu :

•             Nama penulis dan nama keluarga (jika ada)
•             Ditempatkannya didepan nama kecil
•             Tahun Penerbitan
•             Judul Buku
•             Tempat Penerbitan
•             Nama Penerbit

 
B.Cara Membuat Daftar Pustaka yang Baik dan Benar
Berikut merupakan cara-cara untuk membuat daftar pustaka :
1.  Bagi penulis yang menggunakan marga/keluarga , nama marga/keluarganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan nama marga / keluarga , diawali dengan penulisan nama akhir / belakang kecuali nama Cina.
2.  Gelar kesarjanaan penulis tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka
3.  Judul buku dicetak miring atau digarisbawahi pada setiap kata, jadi tidak dibuat garis bawah yang bersambung sepanjang judul
4.  Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke-7
5.  Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi
6.  Jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua spasi

 
C.Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Internet :
Hatta M.2004. Yang Terlarang dalam Berkarier.http://www.sdmlink.com/page/artikel/?act/detil/aid/42

Contoh Daftar Pustaka dari Buku :
- Buku ditulis satu Orang
Christensen R.2006. Roadmap to Strategic HR - Turning A Great Idea into A Business Reality. New York : Amacom
- Buku ditulis dua Orang
Newman WH and E. Kirby Warren.1977. The Process of Management, Concept, Behaviour and Practice. New Delhi : Prentice Hall of India Private Ltd.
- Buku ditulis lebih dari dua orang
Ghiselli E. et al 1981. Measurement Theory for The Behavioral Sciences. San Francisco : WH. Freeman and Company