Sistem Keamanan Perbankan
Siapa yang tidak mengetahui Bank? .
Bank merupakan salah satu arus lalu-lintas dimana uang
dihimpun atau disalurkan kepada masyarakat. Cara menghimpunnya bisa saja dalam
bentuk simpanan giro, tabungan atau deposito. Tentunya dengan hadiah balas jasa
seperti bunga atau hadiah-hadiah langsung yang dapat merangsang antusias
masyarakat.
Sebagai tempat yang dipercaya untuk menitipkan uang para
nasabah, bank pasti memiliki system keamanan. Apalagi di era teknologi
informasi saat ini, dimana nasabah bisa saja melakukan transaksi hanya dengan
mengetik sebuah pesan system keamanan yang mumpuni mutlak disediakan.
Walau memiliki system keamanan, kriminalitas didalam bank
tetap saja dapat terjadi. Milyaran uang nasabah bisa dijarah oleh sindikat yang
hamper selalu melibatkan orang dalam. Hal ini tidak termasuk kejahatan
pembobolan rekening bank melalui kartu ATM dan kartu kredit. Memang jika uang
hilang, ada bank yang bersedia mengembalikan tetapi tidak sedikit juga yang
berlaku sebaliknya.
Sederet tindak kejahatan perbankan tentu membuat masyarakat
khawatir. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan bank untuk menyimpan dan
melakukan transaksi keuangan, namun di sisi lain terdapat pula ketidakamanan
dalam melakukan transaksi.
Sistem perbankan seharusnya sudah cukup kuat untuk mencegah
terjadinya pembobolan bank. Namun seperti pribahasa “Tak Ada Gading Yang Tak Retak” hilangnya uang nasabah masih saja
terus terjadi. Diambil contoh dari
artikel di web berikut yang
berjudul “Peretas Kian Cerdas Lampaui
SIstem Keaman Bank”. Dimana salah satu bank terkenal yang memiliki system keamanan
transaski via internet menggunakan token sekalipun
masih dapat ditembus. Padahal token merupakan
alat verifikasi transaksi dengan dynamic
password yang terus berubah-ubah.
Bagaimana dengan transaksi via ATM?.
Walaupun telah diantisipasi dengan memasang PIN pad cover, anti-skimmer dan jitter.
Nyatanya tetap saja dibobol oleh para pelaku kejahatan. Cara melakukannyapun terbilang hebat. Apabila
cara skimming dan istilah-istilah
kejahatan via ATM lainnya tidak berhasil, para pelaku akan melakukannya dengan
cara meng-gondol mesin ATM itu
sendiri. Hal ini membuktikan bahwa pelaku seperti “Selangkah Lebih Maju” dalam melakukan aksi-aksinya.
Lalu bagaimana cara untuk meningkatkan keamanan Bank?.
Menurut website berikut, terdapat solusi meningkatkan
keamanan transaksi perbankan, yaitu :
- Pihak Bank :
- Melengkapi ATM dengan pengaman tambahan seperti anti-skimmer, pad cover dan kamera CCTV
- Mengganti teknologi kartu dari magnetic stripe ke chip card
- Memeriksa mesin ATM secara berkala, terutama adanya pemasangan alat-alat penyadap PIN
- Meningkatkan monitoring terhadap transaksi-transaksi yang mencurigakan
- Mengaudit sistem keamanan secara rutin
- Mengedukasi dan mengingatkan nasabah akan pentingnya menjaga keamanan PIN
- Menyiapkan strategi keamanan jangka pendek, menengah dan panjang
- Pihak Nasabah :
- Selalu waspada ketika bertransaksi di ATM untuk memperhatikan apakah ada alat skimmer ataupun penyadap lainnya
- Selalu menjaga kerahasiaan nomor PIN
- Mengupayakan bertransaksi di ATM yang ada di dalam cabang bank
- Secara berkala, misalnya 2-3 bulan sekali, mengganti PIN
- Memindahkan cara transaksi ke Internet banking yang menggunakan token, yang jelas lebih aman

