Sistem Keamanan Perbankan

8:27 PM 0 Comments A+ a-

Siapa yang tidak mengetahui Bank? . 

Bank merupakan salah satu arus lalu-lintas dimana uang dihimpun atau disalurkan kepada masyarakat. Cara menghimpunnya bisa saja dalam bentuk simpanan giro, tabungan atau deposito. Tentunya dengan hadiah balas jasa seperti bunga atau hadiah-hadiah langsung yang dapat merangsang antusias masyarakat.

Sebagai tempat yang dipercaya untuk menitipkan uang para nasabah, bank pasti memiliki system keamanan. Apalagi di era teknologi informasi saat ini, dimana nasabah bisa saja melakukan transaksi hanya dengan mengetik sebuah pesan system keamanan yang mumpuni mutlak disediakan.


Walau memiliki system keamanan, kriminalitas didalam bank tetap saja dapat terjadi. Milyaran uang nasabah bisa dijarah oleh sindikat yang hamper selalu melibatkan orang dalam. Hal ini tidak termasuk kejahatan pembobolan rekening bank melalui kartu ATM dan kartu kredit. Memang jika uang hilang, ada bank yang bersedia mengembalikan tetapi tidak sedikit juga yang berlaku sebaliknya.

Sederet tindak kejahatan perbankan tentu membuat masyarakat khawatir. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan bank untuk menyimpan dan melakukan transaksi keuangan, namun di sisi lain terdapat pula ketidakamanan dalam melakukan transaksi.

Sistem perbankan seharusnya sudah cukup kuat untuk mencegah terjadinya pembobolan bank. Namun seperti pribahasa “Tak Ada Gading Yang Tak Retak” hilangnya uang nasabah masih saja terus terjadi.  Diambil contoh dari artikel di web berikut yang berjudul  “Peretas Kian Cerdas Lampaui SIstem Keaman Bank”. Dimana salah satu bank terkenal yang memiliki system keamanan transaski via internet menggunakan token sekalipun masih dapat ditembus. Padahal token merupakan alat verifikasi transaksi dengan dynamic password yang terus berubah-ubah.

Bagaimana dengan transaksi via ATM?. 


 
Walaupun telah diantisipasi dengan memasang PIN pad cover, anti-skimmer dan jitter. Nyatanya tetap saja dibobol oleh para pelaku kejahatan.  Cara melakukannyapun terbilang hebat. Apabila cara skimming dan istilah-istilah kejahatan via ATM lainnya tidak berhasil, para pelaku akan melakukannya dengan cara meng-gondol mesin ATM itu sendiri. Hal ini membuktikan bahwa pelaku seperti “Selangkah Lebih Maju” dalam melakukan aksi-aksinya.


Lalu bagaimana cara untuk meningkatkan keamanan Bank?.
Menurut website berikut, terdapat solusi meningkatkan keamanan transaksi perbankan, yaitu :
  • Pihak Bank :
    • Melengkapi ATM dengan pengaman tambahan seperti anti-skimmer, pad cover dan kamera CCTV
    • Mengganti teknologi kartu dari magnetic stripe ke chip card
    • Memeriksa mesin ATM secara berkala, terutama adanya pemasangan alat-alat penyadap PIN
    • Meningkatkan monitoring terhadap transaksi-transaksi yang mencurigakan
    • Mengaudit sistem keamanan secara rutin
    • Mengedukasi dan mengingatkan nasabah akan pentingnya menjaga keamanan PIN
    • Menyiapkan strategi keamanan jangka pendek, menengah dan panjang
  • Pihak Nasabah :     
    • Selalu waspada ketika bertransaksi di ATM untuk memperhatikan apakah ada alat skimmer ataupun penyadap lainnya
    • Selalu menjaga kerahasiaan nomor PIN
    • Mengupayakan bertransaksi di ATM yang ada di dalam cabang bank
    • Secara berkala, misalnya 2-3 bulan sekali, mengganti PIN
    • Memindahkan cara transaksi ke Internet banking yang menggunakan token, yang jelas lebih aman


  Referensi :
Link 1
Link 2