Tiga Kata Ajaib Dalam Hidup

10:31 AM 0 Comments A+ a-


Banyak kata-kata yang tersebar dewasa ini. Dimulai dari yang baku, tidak baku, bahkan kata-kata baru yang bermunculan yang biasa diucapkan didalam pergaulan sehari-hari. Dari sekian banyak kata-kata tersebut, terdapat beberapa kata yang mungkin 'sedikit' terasingkan. Padahal, kata-kata ini memiliki nilai yang tinggi. Berikut 3 kata-kata tersebut.

MAAF

Janganlah segan untuk mengucapkan kata 'maaf'. Mungkin sebagian orang merasa pantang untuk mengucapkan kata ini, karena banyak anggapan bahwa orang yang meminta maaf akan dianggap lemah, kalah, atau tidak berdaya.

Benarkah ?

Itu semua salah!

Kata maaf yang diucapkan dapat memunculkan sifat rendah hati dalam diri seseorang. Dengan Maaf”, kita bisa menerima keadaan diri kita sebagai seorang manusia biasa, yang tidak  luput dari kesalahan.

Maaf dapat membantu kita dalam proses mengampuni diri sendiri yang pada akhirnya dapat membawa ke proses mengampuni orang lain’. “Maaf bukan berarti kalah, justru sebaliknya, maaf membuat kita belajar menghargai orang lain yang pada akhirnya akan membawa kita pada kemenangan tak terduga. Maaf” memberi pelajaran bahwa kebenaran adalah hak bagi semua orang’.

Bahkan kadangkala
maaf  dapat membuat musuh-musuh kita malu, malu akan dirinya sendiri, malu akan kesombongan dan keangkuhan yang selalu ia pegang selama ini (Apalagi kalau dia betul-betul tahu bahwa sebenarnya kesalahan ada pada dirinya sendiri).

Jangan takut untuk meminta maaf  dan jangan pernah khawatir
jika maaf-mu tidak diterima. Bukankah di dalam lubuk hati terdalam setiap manusia, akan selalu ada keinginan untuk memaafkan dan mengampuni orang lain ?.
Jadi jangan ragu-ragu untuk mengucapkan kata 'Maaf’ dan buka hati anda.

TOLONG

Setiap orang tahu, kalau manusia adalah makhluk sosial. Makhluk yang tak mungkin mampu hidup sendiri tanpa orang lain. Jadi kata Tolong adalah kata yang sangat wajar bila diucapkan.
Tolong membuat kita menyadari keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam diri kita. Tolong ”membuat kita lebih mampu menerima diri kita sendiri secara apa adanya. Tolong membuat kita lebih mampu untuk melihat secara jernih, apa yang bisa dan apa yang tidak bisa kita lakukan dan dalam proses lebih lanjut hal ini dapat membantu kita untuk menerima setiap kekurangan yang ada dalam diri kita.

Sebagian orang merasa
malu untuk berkata tolong””. Kenapa ? Karena secara tidak sadar kita memang terdidik untuk menjadi mandiri . Mandiri disini bukan berarti kita tidak membutuhkan orang lain, mandiri bukan berarti menjadi egois dan tidak pernah melibatkan orang lain. Mandiri adalah sebuah proses penemuan jati diri. Jika tidak, anda akan tersesat kepada keegoisan semata.

Jangan ragu-ragu untuk meminta tolong kepada seseorang. Tahukah anda bahwa di dalam hati seseorang pasti selalu ada keinginan untuk menolong orang lain ? Bahwa selalu muncul harapan agar bisa membantu dan berarti bagi orang lain ?  Ini merupakan insting alami yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia.


Jadi hargailah orang lain dengan meminta
‘tolong’ kepada dia. Buatlah dia merasa berharga di hidupmu, biarkan dia merasa lega dan bahagia karena bisa menolong anda. Jangan malu untuk meminta tolong kepada orang lain, termasuk orang-orang yang anda benci karena biasanya kebencian itu akan ‘runtuh’ saat kasih mengalir dalam sebuah pertolongan yang tulus.


TERIMA KASIH

Terkadang, terima kasih merupakan kata-kata  yang sering kita lupakan saat kita menerima bantuan dari orang lain. Memang, untuk sebagian   orang  akan sangat sulit untuk mengucapkannya. Karena terima kasih” membutuhkan ketulusan, terima  kasih ”membutuhkan tatapan mata yang hangat, terima kasih” membutuhkan sentuhan kasih.
Sudahkah kita lupa akan hal-hal ini ?

Kita harus menyadari, bahwa sebenarnya bantuan yang diberikan orang lain kepada kita , apapun itu – tidak akan bisa tergantikan. Banyak orang berusaha membalas budi kepada orang lain, tetapi seringkali hal ini justru melahirkan kekecewaan dan tidak jarang permusuhan.

Kenapa ? karena tidak akan ada budi yang bisa terbalaskan. Mata tidak mungkin diganti dengan mata,
gigi tidak mungkin digantikan dengan gigi , dan hidup tidak akan mungkin digantikan dengan hidup.

Bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut bukanlah orang yang kita kenal ?
 Bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah orang tua kita ?

Bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah seorang malaikat ?

 Dan bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah Tuhan ?

Mampukah kita membalas-Nya’ ?

Jawabannya simpel :
 MAMPU !!

Tuhan telah merakit dua kata ini untuk anda. ‘
TERIMA KASIH’, dua kata ini sudah mewakili semuanya. Dua kata ini sudah mewakili balasan apapun yang pernah diberikan oleh orang-orang di sekitar anda. Kata ‘terima kasih yang anda ucapkan  mewujudkan bahwa pertolongan yang dia berikan adalah pertolongan yang tak terbalaskan pertolongan yang sangat berarti bagi hidup anda.

Sudah berapa lamakah anda mulai lupa mengucapkan kata-kata ini kepada orang tua, teman, atau Tuhan ?



  REF