Sistem Informasi Akuntansi

3:31 PM 0 Comments A+ a-

Tugas Pertama Mata Kuliah 'Sistem Informasi Akuntansi' Semester 5.


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Pada era globalisasi seperti saat ini menyebabkan lingkungan bisnis mengalami perubahan yang sangat pesat. Demikian pula dengan tingkat persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan dituntut untuk melakukan kegiatan operasionalnya secara efektif dan efisien umtuk mempertahankan eksistensinya, sehingga informasi merupakan kekuatan yang sangat penting untuk membantu manajer dalam pengambilan keputusan.

Informasi yang berkualitas yaitu informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu sehingga keputusan bisnis yang tepat dapat dibuat yang disesuaikan dengan sistem informasi yang diterapkan di masing-masing perusahaan. Dengan demikian, pengelolaan sistem informasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Salah satunya adalah sistem informasi akutansi yang akan dibahas disini.

  

BAB II
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

 2.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
         Sebelum mengetahui apa pengertian system informasi akutansi itu sendiri, ada baiknya kita mengetahui dahulu pengertian sistem. Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, yang saling berinteraksi untuk mencapai sebuah tujuan. Sistem hampir selalu terdiri dari beberapa subsistem kecil, yang masing-masing melakukan fungsi khusus yang penting untuk dan mendukung bagi sistem yang lebih besar, tempat mereka berada.

        Sebagai contoh Fakultas Ilmu Komputer adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai macam jurusan, yang masing-masing merupakan subsistem. Akan tetapi, fakultas itu sendiri adalah suatu subsistem dari universitas.

       Terdapat berbagai pengertian Sistem Informasi Akuntasi atau SIA yang dikemukakan oleh para pakar, berikut adalah beberapa pengertian menurut:
·         George H. Bodnar dan William S. Hopwood (1996:l1)

Sistem akuntansi adalah suatu organisasi terdiri dari  metode dan catatan–catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, menganalisis, mencatat, dan melaporkan transaksi–transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi aktiva  dan kewajiban yang berkaitan

·         Mulyadi (2001:3)
Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan

·         Indra Bastian dan Gatot Soepriyanto (2002:3)
Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi akuntansi

Dari beberapa teori diatas, dapat disimpulakan bahwa sistem informasi akutansi adalah Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.


2.2 Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
     Sistem informasi akutansi memiliki beberapa karakteristik yang membedakan SIA dari CBIS (Computer Based Information System) lainnya seperti yang diterangkan dibawah ini :

·         Melaksanakan tugas yang diperlukan
Tugas yang dilaksanakan SIA meliputi area pengolahan data didalam maupun luar perusahaan, seperti data pemilik, pemegang saham, transaksi dan lainnya.

·         Berpegang pada prosedur yang relatif rendah
Terdapat prosedur-prosedur standar didalam pengolahan data yang dihandle oleh SIA. Biasanya prosedur standar di setiap organisasi ada dasarnya sama.

·         Menangani data yang rinci.
Berbagai catatan pengolahan data menjelaskan kegiatan perusahaan secara rinci, catatan tersebut menyediakn jejak audit(audit trail).Jejak audit adalah kronologi kegiatan yang dapat di telusuri dari awal hingga akhir, dan dari akhir ke awal.

·         berfokus historis.
Data yang dikumpulkan oleh SIA umumnya menjelaskan apa yang terjadi di masa lampau.

·         Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal.
SIA menghasilkan sebagian output informasi bagi manajer perusahaan. Laporan akuntansi dasar seperti laporan laba rugi dan neraca merupakan salah satu contohnya.



2.3 Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
        Terdapat salah satu teori mengenai tujuan diadakannya system informasi akuntansi, yaitu oleh :
Feriyanto (2002:6)

“Menerbitkan laporan keuangan, laporan keuangan tersebut merupakan sumber informasi bagi berbagai pihak yang digunakan untuk berbagai pengambilan keputusan.”
 
            Jika teori diatas dipahami lebih dalam, maka dapat disimpulkan tujuan system informasi akuntansi adalah sebagai berikut :
·         Untuk memperbaiki informasi  yang diberikan oleh sistem dalam kualitas, ketepatan waktu atau struktur dari informasi  tersebut.
·         Untuk memperbaiki pengendalian akuntasi dan pengecekan intern, yang berarti memperbaiki daya  andal informasi akuntansi dan menyediakan catatan yang lengkap sebagai pertanggungjawaban dalam melindungi harta perusahaan.
·         Untuk menurunkan biaya dalam menyelenggarakan catatan akuntansi.



2.4 Faktor – faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan SIA
        Penyusunan sistem informasi akuntansi untuk suatu perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting antara lain:
·         Prinsip cepat
informasi perlu disediakan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai.
·         Prinsip aman
Sistem informasi akuntansi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.
·         Prinsip murah
biaya untuk menyelenggarakan Sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.


2.5 Komponen Sistem Informasi Akuntansi
       Terdapat beberapa komponen agar SIA dapat bekerja secara efisien, diantaranya :
·         User
·         Prosedur Standart
·         Data
·         Software
·         Infrastruktur yang mencangkup teknologi informasi



2.6 Fungsi Sistem Informasi Akuntansi dalam Organisasi
       Ditinjau dari beberapa komponen yang terdapat diatas, SIA dapat menjalan fungsi pentingnya didalam organisasi , yaitu :
  • ·         Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut, dan para pelaku yang terlibat dalam berbagai aktivitas tersebut, agar pihak manajemen, para pegawai, dan pihak-pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang (review) hal-hal yang telah terjadi.
  • ·         Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
  • ·         Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset-aset organisasi, termasuk data organisasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat, dan handal.



2.7 Manfaat Sistem Informasi Akuntansi
Manfaat yang diterima suatu perusahaan apabila menerapkan SIA adalah :
  • ·         Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
  • ·         Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
  • ·         Meningkatkan efisiensi
  • ·         Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
  • ·         Meningkatkan Sharing Knowledge
  • ·         Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan